Politik    Sosial    Budaya    Ekonomi    Wisata    Hiburan    Sepakbola    Kuliner    Film   

Test Footer

Diberdayakan oleh Blogger.

Labels

Labels


">Index »'); document.write('


?max-results=10">Berita

');

  • ?max-results="+numposts1+"&orderby=published&alt=json-in-script&callback=showrecentposts1\"><\/script>");
Tampilkan postingan dengan label Akademik I. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Akademik I. Tampilkan semua postingan

PKN | saat-saat menjelang terbentuknya BPUPKI

hy guys, mari kita belajar PKN yuk agar wawasan kita makin luas dan kecintaan kita terhadap bangsa dan negara indonesia semakin besar. sebagai seorang siswa / mahasiswa hendanya tahu sejarah kemerdekan negara ini. nggak malu kalu ditanya ma orang guru tentang seputar sejarah kemerdekaan bangsa. terus nggak bisa jawab... hemp ngakunya orang indonesia.. kembali ke laptop... langsung aja deh SAAT-SAAT MENJELANG TERBENTUNYA BPUPKI> ok check this out

Situasi perang dunia ke II sangat mempengaruhi pola penjajahan BElanda di Indonesia. Nazi-Jerman dibawah pimpinan ADOLF HITLER pada tanggal 5 mei 1940 menyerbu Belanda dan meyerah kalah pada tanggal 10 mei 1940.

Dalam keadaan yang demikian ini Ratu Wilhelmina dengan segenap aparatnya mengungsi ke inggris. namun demikian Belanda Pemerintah Belanda yang berkedudukan di London masih sempat berhubungan dengan pemerintah jajahan Hindia-Belanda di Indonesia.

Kendati perjuangan Bangsa Indonesia terus terbongkar untuk mencapai kemerdekaan . sehubungan dengan itu, diambilah siasat pemerintah jajahan untuk mengambil hati rakyat indonesia dengan membentuk suatu komisi untuk perubahan ketatanegaraan, yang diketuai belanda bernama Visman. maka terkenal dengan nama KOMISI VISMAN. Kenyataan menunjukan bahwa Komisi Visman dilarang untuk menyingung-nyinggung persoaalan indonesia merdeka sepenuhnya , hanya dijanjikan kepada kepada bangsa indonesia yaitu " apabila perang dunia II telah berakhir dengan kemenangan Belanda dan Sekutunya, Hindia-Belanda akan diberikan hak berdiri sendiri sejajar dengan kerajaan Belanda di Netherland, namun di dalam ikatandengan negeri Belanda."

janji tersebut diucapkan oleh Ratu Wilhelmina pada tanggal 6 Desember 1941. maka terkenal dengan nama " Djanji Desember" (DESEMBER BELFOTE) janji Belanda yang hanya merupakan  fatamorgana " Indonesia akan merdeka kelak kemudianhari" janji yang hampa  sampai belada gulung tikar pd tgl 10 maret 1942. uh

nampaknya penderitaan rakyat indonesia silih berganti kala itu. kepergian orang berkulit bule berganti dengan orang-orang jepang yang pendek yang tidak kalah dengan semboyan dan semangat "TIGA A" yang berbunyi "nippon chaya asia"nippon pelindung asia"nippon pemimpin asia". syukurlah keadaan ini tidak berjalan lama karna Sekutu kembali mendesak penjajahan Jepang di Indonesia. sama halnya dengan belanda, jepang pun memberikan kemurahan hati dan menjajikan kemerdekaan kepada rakyat indonesia. but is a laying. namun perubahan sikap jepang itu mulai nampak berturut-turut.

  1. mula-mula Jepang mengeluarkan UU No.2 tgl 8 Maret 1942, yang berisi larangan untuk orang-orang indonesia untuk berserikat, berkumpul, dan larangan ini dicabut pada tanggal 22 juli 1942 namun perkumpulan politik tetap dilarang.
  2. tanggal 20 mei 1942 pemerintah mileter jepang di jawa dan madura mengeluarkan UU no. 3 yang intinya berisi larangan perserikatan politik dan penyusunan negara
  3. pada bulan november 1942 pemerintah bala bantuan tentara jepang di indonesia membentuk " panitia pemeriksa adat dan tata negara" yang di ketuai oleh seorang jepang Hayaski. disamping 9 orang jepang  terselip sebagai anggota : Ir. Soekarno, Drs. Moh Hatta dan Ki Hajar Dewantara. Paanitia tersebut bertugas  menyelidiki adat dan tata negara di jaman yang lampau kemudian disumbangkan ke jepang.
  4. pada tanggal 7 september 1944 dalam sidang TEIKOKU GIKOI mengumumkan tentang pendirian pemerintahan kemaharajaan jepang bahwa daerah indonesia timur  akan diperkenankan merdeka dikemudian hari. 
  5. 29 april 1945 kaisar jepang memberikan bingkisan janji kepada indonesia  yaitu kemerdekaan tanpa syarat. 
 sebagai langkah kongkrit  dari janji jepang itu dalam maklumat gunseikan No.23 dimuat pula dasar-dasar pembentukan suatu "badan peyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan ( Dokuritsu Zyumbi Tyoo-sakai).
pada tanggal 29 april 1945 didirikan Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan. tetapi pada hari itu hanya diumumkan nama ketua, wakil ketua dan anggota. setelah pada permulaan mei dapat diselesaikan persiapan kantor tata usaha tempat perundingan dsb. pada tanggal 28 mei 1945 diadakan upacara pelantikan  Badan Penyelidik Usaha2 Persiapan Kemerdekaan y terdiri dari :
ketua = Dr.K.R.T Rajiman Widiodiningrat
ketua muda =Lehibangse
ketua muda = R.P Soeroso
kemudian 60 anggota biasa... liat dipostingan lanjutan.
Disamping membentuk badan tersebut  pada tanggal 29 april 1945 memperluas  pemakaian  bendera "kebangsaan Indonesia" tindakan lain jepang untuk mengambil hati bangsa Indonesia yaitu:
  1. terjemahan kata TO-Indo dari bahasa jepang ke dalam bahasa indonesia ditetapkan dengan perkataan " Indonesia" jadi tidak lagi Hindia-Timur
  2. Perkataan bahasa Melayu diganti menjadi perkataan Baahasa Indonesia.
  3. perkataan Genzyuunun dalam bahasa jepang (yang berartii penduduk pribumi, bumiputra) diganti menjadi indonesia-zin
selain dari pada itu hari jumat ditetapkan sebagai hari kerja setengah hari. alasannya ialah untuk menghormati kepercayaan umat islam dan agar bisa menjalankan sembahyang jumat. (sebelum hari itu hari jumat sama seperti hari-hari lainnya).
setelah pada tanggal 28 mei 1945 dilakukan pelantikan oleh saikoo sekikan terhadap badan penyelidik YO. kan POO No. 68/2605 k.6-13, maka sidang Pertama ditetapkan lebih dulu hari berlangsung 4 hari dimulai tanggal 29 mei sampai dengan 1 juni. pelantikan dan sidang-sidang diadakan gedung tiuoo sangiin ( sekarang depertemen luar negerii)

ok guys itulah yang kita bahas... semoga bermanfaat....

berita sekolah| 19 agustus, kurikulum 2013 mulai efektif berjalan



- Pelaksanaan kurikulum 2013 baru akan efektif berjalan pada 19 Agustus. Padahal, Kurikulum ini telah diterapkan mulai Tahun Pelajaran Baru 2013/2014 pada 15 Juli lalu. Efektifnya pelaksanaan kurikulum 2013 ini disebabkan adanya sejumlah daerah yang selama bulan puasa sekolahnya libur total.

"Ada sekolah yang tidak memberikan materi pelajaran reguler, tetapi materi pembentukan karakter. Misalnya di Provinsi Gorontalo," kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Mohammad Nuh, seperti dikutip dari laman Kemendikbud, Jakarta, Rabu (14/8/2013).

Nuh mengatakan, setelah satu bulan pelaksanaan Kurikulum 2013 nantinya akan dilakukan monitoring dan evaluasi (monev). Kegiatan monev, kata Mendikbud, akan dilakukan pada akhir Agustus atau awal September.

"Monev yang dilakukan bukan sampling, tetapi sensus. Setiap sekolah sasaran akan dilihat," jelasnya.

Menurut dia, aspek pertama yang akan dilihat selama monev adalah terkait materi atau bahan ajar. Kegiatan monev akan melibatkan guru, peserta didik, kepala sekolah, pengawas, komite sekolah, dan orangtua.

"Mereka diminta tanggapan dan kesan terhadap buku. Hal ini diperlukan sebab buku ini akan digunakan sebagai acuan buku pada semester 2, yang saat ini sedang disusun," tambahnya.

Aspek lainnya adalah guru. Akan dilihat rapor guru mulai saat pelatihan nasional guru inti hingga guru sasaran. Tujuannya adalah ingin diketahui nilainya sebelum dilatih dan sesudah dilatih. "Apabila nilainya rendah akan dicek di lapangan sebagai proses pendampingan," katanya.

DItambahkan Nuh, proses pendampingan memang tidak dilakukan dari awal. Alasannya adalah untuk memberikan kesempatan kepada guru melakukan kegiatan proses belajar mengajar. Selain dinilai terhadap penguasaan materi dan metodologi mengajar, para guru juga akan dinilai kemampuannya dalam melakukan evaluasi. Jika sebelumnya penilaian menggunakan sistem numerik, sekarang dengan sistem deskriptif.

Adapun kegiatan pendampingan melibatkan unsur dari instruktur nasional, guru inti, lembaga pendidikan dan tenaga kependidikan (LPTK), serta mahasiswa S2 dan S3 yang memahami konsep kurikulum. Hasil evaluasi akan digunakan untuk perencanaan implementasi Tahun Pelajaran 2014/2015.

MAKALAH | Media Pembelajaran Bahasa Inggris



BAB I
PENDAHULUAN

a. Latar belakang
Dalam proses belajar mengajar, dua unsur yang amat penting adalah metode mengajar dan media pembelajaran. Dalam makalah ini akan membahas bagaimana perbedaan antara media pembelajaran, media pendidikan serta media massa dalam pembelajaran Bahasa Inggris.
Dalam metodologi pengajaran ada dua aspek yang paling menonjol yakni metode mengajar dan medis pendidikan sebagai alat bantĂș mengajar. Sedangkan penilaian adalah untuk mengukur atau menentukan taraf tercapai tidaknya tujuan pengajaran. Kedudukan media pendidikan sebagi alat bantĂș mengajar ada dalam komponen metodologi, sebagai salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.
Di sini juga akan dibahas penggunaan media pembelajaran. Seperti yang kita ketahui media pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada uraian dalam makalah ini.

b. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Media Pembelajaran
2. Mengetahui perbedaaan Media Pembelajaran dengan Media Pendidikan dan Media Massa
3. Mengetahui Manfaat media pembelajaran dalam pengajaran bahasa inggris


BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian
Kata media berasal dari bahasa latin yaitu medius yang secara harfiah berarti “tengah”, “perantara”, atau “pengantar”. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara () atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan.
Menurut Gerlach dan Ely (1971), media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Sehingga guru, buku teks dan lingkungan sekolah marupakan media.
Fleming (1987: 234) menyatakan media berfungsi untuk mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak yaitu siswa dan isi pelajaran.
Hainich dan kawan-kawan (1982) mengemukakan istilah media sebagai perantara yang mengantar informasi antara sumber dan penerima.
Kesimpulannya, media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.
• Media Pembelajaran
Media pembelajaran adalah media yang membawa pesan-pesan atau informasi yang bertujuan instruksional atau mengandung maksud-maksud pengajaran menurut Gagne dan Briggs (1975) media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran yang terdiri dari buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar), foto, gambar, grafik, televisi dan computer.
• Media Pendidikan
Adapun pengertian media pendidikan itu antara lain:
a. Media pendidikan memiliki pengertian fisik (hardware) atau perangkat keras, yaitu sesuatu benda yang dapat dilihat, didengar atau diraba dengan panea indera.
b. Media pendidikan memiliki pengertian nonfisik (software) atau perangkat lunak, yaitu kandungan pesan yang terdapat dalam perangkat keras yang merupakan isi yang ingin disampaikan kepada siswa.
c. Penekanan media pendidikan terdapat pada visual dan audio.
d. Media pendidikan memiliki pengertian alat bantu pada proses belajar baik di dalam maupun di luar kelas.
e. Media pendidikan dapat digunakan secara missal (radio, TV), kelompok besar dan kecil (film, slide, video, OHP), atau perorangan (modul, computer, radio, tape,/kaset, video recorder)
Jadi kesimpulannya, media pendidikan adalah perantara yang membawa informasi atau pesan-pesan sebagai sumber belajar, baik berupa software dan hardware. Contoh media pendidikan adalah gambar, foto, sketsa, diagram, bagan/chart, grafik, kartun, poster, radio dan lain-lain.
• Media Massa
Media massa berasal dari dua kata, yaitu media dan massa. Media adalah alat atau perantara, sedangkan massa adalah orang banyak dan masyarakat umum. Jadi dapat disimpulkan bahwa media massa adalah suatu perantara untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat atau orang banyak. Pesannya itu mengandung informasi-informasi yang diperlukan masyarakat, baik mengenai politik, sosial, ekonomi, maupun budaya. Sehingga dengan adanya media massa masyarakat mendapat pengetahuan tentang negaranya. Contoh dari media massa adalah surat kabar dan Koran.

B. Manfaat Media Pembelajaran
Salah satu alasan penggunaan media pembelajaran adalah terkait dengan manfaat media pembelajaran bagi keberhasilan belajar mengajar di kelas. Salah satu aspek yang menentukan keberhasilan dalam belajar mengajar adalah pemilihan media pembelajaran yang tepat.
Menurut Hamalik (1986), media pembelajaran yang tepat dapat membangkitkan motivasi, keinginan minat, dan rangsangan kepada siswa. Sehingga dapat membantu pemahaman, menyajikan data dengan menarik dan terpercaya, memudahkan penafsiran data, memadatkan informasi.
Adapun mengapa media pembelajaran yang tepat dapat membawa keberhasilan belajar dan mengajar di kelas, menurut Levie dan Lentz (1982), itu karena media pembelajaran khususnya media visual memiliki empat fungsi yaitu:
• Fungsi atensi, yaitu dapat menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi dan pelajaran.
• Fungsi afektif, yaitu dapat menggugah emosi dan sikap siswa.
• Fungsi kognitif, yaitu memperlancar tujuan untuk memahami dan mengingat informasi/pesan yang terkandung dalam gambar.
• Fungsi compensations, yaitu dapat mengakomodasikan siswa yang lemah dan lambat menerima dan memahami isi pelajaran yang disajikan dengan teks atau secara verbal.

Alasan-alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi proses belajar siswa yaitu:
a. Alasan yang pertama yaitu berkenaan dengan menfaat media pengajaran itu sendiri, antara lain:
1. Pengajaran lebih menarik perhatian siswa, sehingga menumbuhkan motivasi belajar.
2. Bahan pengajaran lebih jelas maknanya, sehingga dapat menguasai tujuan pembelajaran dengan baik.
3. Metode pengajaran akan bervariasi
4. Siswa dapat lebih banyak melakukan aktivitas belajar, seperti mengamati, melakukan, mendemonstrasikan dan lain-lain.

b. Alasan kedua yaitu sesuai dengan taraf berpikir siswa. Dimulai dari taraf berfikir konkret menuju abstrak, dimulai dari yang sederhana menuju berfikir yang kompleks. Sebab dengan adanya media pengajaran hal-hal yang abstrak dapat dikonkretkan, dan hal-hal yang kompleks dapat disederhanakan. Itulah beberapa alasan mengapa media pembelajaran dapat mempertinggi keberhasilan dalam proses belajar mengajar.

C. Perbedaan Media dua dimensi dan tiga dimensi

1. Media Dua Dimensi
Media dua dimensi sering disebut media grafis. Media dua dimensi adalah media yang memiliki ukuran panjang dan lebar. Grafis sebagai media pengajaran dapat mengkombinasikan fakta-fakta, gagasan-gagasan secara jelas dan kuat melalui perpaduan antara ungkapan atau grafik. Kata-kata dan angka-angka dipergunakan sebagai judul dan penjelasan kepada grafik, bagan, diagram, poster, kartun dan komik. Sedangkan sketsa, lambing bahkan foto digunakan untuk mengartikan fakta, pengertian dan gagasan yang pada hakikatnya sebagai penyajian grafis. Contoh media dua dimensi C media grafis, yaitu:
a. Bagan
Yaitu kombinasi antara media grafis dan gambar foto yang dirancang untuk memvisualisasikan secara logis dan teratur mengenai fakta pokok atas gagasan. Fungsi bagan adalah untuk menunjukkan hubungan, perbandingan, jumlah relative, perkembangan, proses, klasifikasi dan organisasi.
b. Diagram
Yaitu suatu gambaran sederhana yang dirancang untuk memperlihatkan hubungan timbal-balik terutama dengan garis-garis.
c. Grafik
Yaitu penyajian data berangka. Grafik merupakan keterpaduan yang lebih menarik dengan sejumlah tabulasi data yang tersusun dengan baik. Tujuan dalam grafik adalah memperlihatkan perbandingan, informasi kualitatif dengan cepat serta sederhana. Beberapa macam grafik diantaranya yaitu grafik garis, batang, lingkaran, atau piring dan grafik.
d. Poster
Yaitu kombinasi visual dari rancangan yang kuat dengan makna dan pesan dengan maksud untuk menangkap perhatian orang yang lewat tetapi cukup lama menanamkan gagasan yang berarti dalam ingatannya. Poster berguna untuk motivasi, peringatan dan pengalaman yang kreatif.

e. Kartun
Yaitu penggambaran dalam bentuk lukisan atau karikatur tentang orang, gagasan, atau situasi yang didesain untuk mempengaruhi opini masyarakat.
f. Komik
Yaitu suatu bentuk kartun yang mengungkapkan karakter dan memerankan suatu cerita dalam urutan yang erat dihubungkan dengan gambar dan dirancang untuk memberi hiburan kepada para pembaca.

2. Media Tiga Dimensi
Yaitu media yang mempunyai panjang, lebar dan isi. Media tiga dimensi yang sering dipakai adalah model dan boneka. Model adalah tiruan 3 dimensional dari beberapa objek nyata yang terlalu besar, terlalu jauh, terlalu kecil, terlalu mahal, terlalu jarang, terlalu ruwet untuk dibawa ke kelas, dan dipelajari siswa dalam wujud aslinya.
1) Jenis model dan penggunaannya
a) Model padat (solid model), yaitu memperlihatkan bagian permukaan luar dari pada objek dan sering kali membuang bagian-bagian yang membingungkan gagasan-gagasan utamanya dari bentuk, warna dan susunannya. Contoh model padat yaitu boneka, bendera, bola, anatomi manusia. Guna model padat untuk membantu dan melayani para siswa sebagai informasi berbagai pengetahuan agar siswa lebih paham dalam pelajaran.
b) Model penanpang (cuteway model), yaitu memperlihatkan bagaimana sebuah objek itu tampak, apabila bagian permukaannya diangkat untuk mengetahui susunan bagian dalamnya. Model ini berguna untuk mata pelajaran biologi, karena berfungsi untuk mengganti objek sesungguhnya.
c) Model kerja (working model), yaitu tiruan dari objek yang memperlihatkan bagian luar dari objek asli. Gunanya untuk memperjelas dalam pemberian materi kepada siswa.
d) Mock-ups, yaitu penyederhanaan susunan bagian pokok dan suatu proses atau sistem yang lebih ruwet. Guru menggunakan mock-up untuk memperlihatkan bentuk berbagai objek nyata seperti kondensator-kondensator, lampu-lampu tabung,serta pengeras suara, lambing-lambang yang berbeda dengan apa yang tertera di dalam diagram.
e) Diorama, yaitu sebuah pemandangan 3 dimensi mini bertujuan menggambarkan pemandangan sebenarnya.
2) Jenis boneka dan penggunaannya
Contohnya boneka tangan, dan wayang yang dapat digunakan agar siswa menjadi lebih tertarik untuk belajar.

D. Berbagai bentuk media audio visual
Media audio visual terdiri dari dua kata yaitu audio dan visual. Audio artinya pendengaran atau dapat didengar, sedangkan visual yaitu yang Nampak oleh mata atau yang kelihatan. Jadi media audio visual adalah media yang dapat didengar dan dapat pula dilihat oleh panca indera kita. Contoh media audio visual yaitu televisi dan computer.
Kelebihan media Audio Visual, yaitu:
o Pada televisi; televisi bersifat langsung, dapat membawa dunia nyata ke rumah dan ke kelas-kelas, seperti orang, tempat-tempat, dan peristiwa-peristiwa, melalui penyiaran langsung/rekaman.
o Menghemat waktu guru dan siswa.
o Televisi bersifat langsung dan nyata, sehingga siswa dapat dengan jelas melihat program apa yang lagi ditayangkan dan dapat memaksimalkan fungsi inderanya yaitu mata dan telinga.
o Lebih menarik minat siswa
o Pelajaran lebih bervariasi dan berkesan
o Jangkauannya luas

Kelemahan media audio visual adalah:
o Keanekaragaman siaran di TV menyulitkan guru untuk memilih siaran mana yang baik dan sesuai dengan pelajaran.
o Alat dan dana yang tidak memungkinkan.
o Menyita waktu guru, karena harus menjelaskan lagi setiap peristiwa yang ada.
o Tidak setiap guru mampu menjelaskan peristiwa yang ada secara gambling.

E. Kriteria pemilihan media pelajaran
Faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan media pendidikan adalah sebagai berikut
- Relevansi pengadaan media pendidikan edukatif
- Kelayakan pengadaan media pendidikan edukatif
- Kemudahan pengadaan media pendidikan edukatif
Harus disadari bahwa setiap media memiliki kelemahan dan kelebiha. Pengetahuan tentang keunggulan dan keterbatasan media menjadi penting bagi gurudapat memperkecil kelemahan atas media yang dipilih oleh guru sekaligus dapat langsung memilih berdasarkan kriteria yang dikehendaki.
Kriteria pemilihan media pembelajaran yaitu:
• Sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Media dipilih berdasarkan tujuan instruksional yang telah ditetapkan baik dari segi kognitif, afektif, dan psikomotor.
• Keterpaduan (validitas).Media harus tepat untuk mendukung isi pelajaran yang sifatnya fakta, konsep, prinsip atau generalisasi.
• Media harus praktis, luwes dan bertahan. Jika tidak tersedia waktu, dana, atau sumber daya lainnya untuk memproduksi, tidak perlu dipaksakan. Media yang mahal dan memakan waktu yang lama bukanlah jaminan. Sebagai media yang terbaik. Sehingga guru dapat memilih media yang ada, mudah diperoleh dan mudah dibuat sendiri oleh guru. Media yang dipilih sebaiknya dapat digunakan dimanapun dan kapanpun dengan peralatan yang ada di lingkungan sekitarnya, dan mudah dibawa dan dipindahkan ke mana-mana.
• Media harus dapat digunakan guru dengan baik dan terampil. Apapun medianya, guru harus mampu menggunakan dalam proses pembelajaran. Komputer, proyektor transparansi (OHP), proyektor slide, dan film, dan peralatan canggih lainnya tidak akan berarti apa-apa jika guru belum dapat menggunakannya dalam proses belajar mengajar di kelas.
• Mutu teknis. Pengembangan visual baik gambar maupun fotograf harus memenuhi persyaratan teknis tertentu. Misalnya visual pada slide harus jelas dan informasi atau pesan yang ditonjolkan dan ingin disampaikan tidak boleh terganggu oleh elemen lain yang berupa latar belakang.
• Media yang digunakan harus sesuai dengan taraf berfikir siswa. Media yang digunakan harus dapat menunjang dan membantu pemahaman siswa terhadap pelajaran tersebut sehingga proses pembelajaran dapat berjalan dengan lancar dan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.
Menurut Prof. Drs Hartono Kasmadi M.Sc bahwa dalam memilih media pendidikan perlu dipertimbangkan adanya 4 hal yaitu: produksi, peserta didik, isi, dan guru.
1) Pertimbangan produksi
- Availabilty
- Cost
- Physical condition
- Accessibility to student
- Emotional impact.
2) Pertimbangan peserta
- Students characeristics
- Students relevance
- Students involvement
3) Pertimbangan isi
- Curriculair – relevance
- Content-soundness
- Presentation
4) Pertimbangan guru
- Teacher-Utilization
- Teacher peace of mind

BAB III
PENUTUP

Media merupakan suatu perantara (alat) untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media yang tepat dapat menunjang keberhasilan dalam proses pembelajaran. Media dua dimensi dan tiga dimensi masing-masing berbeda dan mempunyai kelebihan dan kelemahan tersendiri. Media pembelajaran yang diuraikan diatas mampu diaplikasikan dalam pengajaran bahasa Inggris. Hal ini akan lebih mempermudah bagi guru dan siswa dalam mencapai tujuan pembelajaran. Seperti yang kita ketahui media pembelajaran itu banyak macamnya. Untuk proses belajar mengajar yang baik kita harus menggunakan media pembelajaran yang tepat. Oleh karena itu guru harus dapat memilih media yang sesuai dengan bahan pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan baik dan lancar.


DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Azhar. 2006. Media Pembelajaran. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Danim, Sudarbuan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, Nana dan Ahmad Rivai.2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo.
S. Sadiman, Arief, dkk. Media Pendidikan. Jakarta: Rajawali Pers
Harjanto. Perencanaan pengajaran. Rineka cipta


 
Copyright © 2015 Bli'Sick Share. All Rights Reserved. Powered by Blogger
Template by Creating Website and CB Blogger